KANIRA SHORT MOVIE FESTIVAL 2021, CISOKA KIRIM BINTANG JATUH

Tigaraksa- Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten yang dalam hal ini Dewan Kerja Cabang Kabupaten Tangerang (DKC kab.Tangerang) Mengadakan Pemutaran film Pendek pada Kamis (21/10) di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tangerang.

Neng Rachmi Diani Ketua DKC kabupaten Tangerang (Foto : Yogie/Pustaka Cisoka)

Neng Rachmi Diani selaku ketua DKC kabupaten Tangerang menjelaskan kegiatan ini dinamakan KANIRA SHORT MOVIE FESTIVAL 2021. Sejatinya KANIRA ini merupakan akronim dari Kata, Seni dan Olahraga. Lombanya pun beragam bentuk seperti lomba puisi dan lainnya, tapi di momen yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Jadi Kabupaten Tangerang, maka kegiatan ini hanya ada lomba Film Pendek. Kegiatan ini merupakan program kerja dari DKC Kabupaten Tangerang.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk menunjukkan eksistensi bahwa Pramuka tidak ketinggalan zaman di era digital ini,” ujar Neng Rachmi Diani

Ketua Kwarran Cisoka dan pengurus sebelum dimulainya kegiatan (Foto : Mohamad Saea/Kwarran Cisoka)

Kabarnya film ini nanti akan disortir dan dianugerahi menjadi film terbaik, film terfavorit serta pemeran terbaik putra dan putri. Kegiatan ini akan disematkan sekaligus di launching oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada saat kunjungan ke Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang pada 28 Oktober 2021 atau bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Kwarran dan DKR Cisoka serta tim Bintang jatuh setelah pemutaran Film Pendek (Foto : Yogie/ Pustaka Cisoka)

Rizki Ardiansyahketua DKR Cisoka sekaligus sebagai sutradara setelah pemutaran Film Pendek dari Cisoka ini merasa senang akan kekompakan tim selama proses pembuatan film pendek dan ini merupakan suatu pembelajaran bagi dirinya dan teman yang lain. Hambatan yang paling berarti selama proses pembuatan yaitu Perlengkapan atau peralatan yang sangat terbatas. Adapun Pesan moral dalam Film Pendek ini yaitu Setiap hari adalah kesempatan kedua.

“sangat senang dan bangga serta apresiasi untuk teman-teman terutama untuk diri saya sendiri karena bisa turut serta sebagai pemeran utama di film ini, meskipun sedikit malu melihat diri saya sendiri” ungkap nirmala

Kemudian chintiya soffie sedikit menceritakan bagaimana proses pembuatan filmnya, di mulai dari hambatan dalam perubahan alur sampai adegan ceritanya. “sebagai penulis naskah selama shooting sangat melelahkan karena ini baru dan pengalaman pertama. banyak sekali hambatan dan kesalahan, namun setelah di tayangkan perasaan saya senang karena ternyata orang lain sangat excited melihat film yang telah kami buat” ujar soffie (yg/ilma)

Related Posts